Pada th. 60-an, SEIKO buat 2 perusahaan yang 'bersaing' keduanya dalam menghasilkan SEIKO yang mempunyai design yang cantik serta kwalitas movement yang mumpuni serta akurat. 2 perusahaan itu yaitu ; Suwa Seikosha serta Daini Seikosha. Suwa Seikosha mengenalkan the very first Grand Seiko pada th. 1960. Selang beberapa saat, pada th. 1961, Daini Seikosha menghasilkan untuk pertama kalinya King Seiko. 'Persaingan' ini selesai pada masa th. 70-an, di mana SEIKO mengambil keputusan untuk hentikan produksi King Seiko serta melanjutkan produksi Grand Seiko. Meskipun berkompetisi, ke-2 perusahaan ini banyak mengambil design yang sama baik untuk casing ataupun movement.
King Seiko yang saya bahas di sini adalah satu diantara milestone perlu untuk Daini Seikosha sepanjang periode produksi King Seiko, yakni King Seiko Chronometre yang memakai basis movement Cal. 56XX. King Seiko ini di produksi pada th. 1973 serta pada periode itu King Seiko tak akan memakai Gold Medallion pada caseback nya.
Kata 'Chronometer' sering identik dengan jam Swiss, yang terlebih dulu mesti lolos dalam uji akurasi yang dikerjakan oleh COSC. Pada periode 60-an, SEIKO menuliskan kata 'Chronometre' ini untuk sebagian type SEIKO yang telah lolos dari uji akurasi yang dikerjakan internal SEIKO dengan merujuk dengan tehnis pada COSC. Pada th. 1966, pemakaian sebutan ini pernah dihentikan karna tidak ada instansi berdiri sendiri CICC (Commission Internationale des Controles Chronometriques) di Jepang yang dapat mengaku serta keluarkan sertifikat chronometer itu. Baru pada th. 1968, kerja sama CICC serta JCA (Japan Chronometre Association) dibuat serta mulai sejak waktu itu SEIKO kembali dapat menuliskan kata Chronometre pada dial.
Casing 5626 ini mengambil 'Grammar of Design' yang pertama kalinya dikenalkan oleh Taro Tanaka pada th. 1962. Diameter casing 36 mm dengan panjang 42 mm. Dengan pribadi saya begitu suka pada design ini. Ukurannya nyaman digunakan di tangan serta design lugs yang lebih lebar buat tampilan jam ini tampak kuat (untuk satu dresswatch).
Hal yang termasuk juga perlu untuk diliat dalam mengoleksi King seiko atau Grand Seiko vintage yaitu Crown-nya. Crown di buat dengan bagus dengan detil yang cermat hingga mempermudah bla kita akan lakukan adjustment. Bila di perhatikan dengan cermat, design jarum jam serta menit di buat dengan ketebalan yang berlainan. Keadaan dial masih tetap begitu bersih dengan flat hardlex mineral yang masih tetap begitu bagus. Mengasyikkan sekali lihat satu jam berusia 43 th. yang keadaannya tidak bila baik dari jam-jam keluaran baru....
Semoga bermanfaat
King Seiko yang saya bahas di sini adalah satu diantara milestone perlu untuk Daini Seikosha sepanjang periode produksi King Seiko, yakni King Seiko Chronometre yang memakai basis movement Cal. 56XX. King Seiko ini di produksi pada th. 1973 serta pada periode itu King Seiko tak akan memakai Gold Medallion pada caseback nya.
Kata 'Chronometer' sering identik dengan jam Swiss, yang terlebih dulu mesti lolos dalam uji akurasi yang dikerjakan oleh COSC. Pada periode 60-an, SEIKO menuliskan kata 'Chronometre' ini untuk sebagian type SEIKO yang telah lolos dari uji akurasi yang dikerjakan internal SEIKO dengan merujuk dengan tehnis pada COSC. Pada th. 1966, pemakaian sebutan ini pernah dihentikan karna tidak ada instansi berdiri sendiri CICC (Commission Internationale des Controles Chronometriques) di Jepang yang dapat mengaku serta keluarkan sertifikat chronometer itu. Baru pada th. 1968, kerja sama CICC serta JCA (Japan Chronometre Association) dibuat serta mulai sejak waktu itu SEIKO kembali dapat menuliskan kata Chronometre pada dial.
Casing 5626 ini mengambil 'Grammar of Design' yang pertama kalinya dikenalkan oleh Taro Tanaka pada th. 1962. Diameter casing 36 mm dengan panjang 42 mm. Dengan pribadi saya begitu suka pada design ini. Ukurannya nyaman digunakan di tangan serta design lugs yang lebih lebar buat tampilan jam ini tampak kuat (untuk satu dresswatch).
Hal yang termasuk juga perlu untuk diliat dalam mengoleksi King seiko atau Grand Seiko vintage yaitu Crown-nya. Crown di buat dengan bagus dengan detil yang cermat hingga mempermudah bla kita akan lakukan adjustment. Bila di perhatikan dengan cermat, design jarum jam serta menit di buat dengan ketebalan yang berlainan. Keadaan dial masih tetap begitu bersih dengan flat hardlex mineral yang masih tetap begitu bagus. Mengasyikkan sekali lihat satu jam berusia 43 th. yang keadaannya tidak bila baik dari jam-jam keluaran baru....
Semoga bermanfaat


Tidak ada komentar:
Posting Komentar